This is an example of a HTML caption with a link.
Refleksi Alumni 1
12 March 2015

PIKA SEKOLAH UNIK

 

Saya pertama kali mengenal PIKA tahun 1971, melalui majalah "Semangat". Itu adalah sebuah majalah remaja terbitan Kota Gudeg, yang saat ini sudah mati. Dalam majalah itu disebutkan bahwa PIKA adalah sekolah yang mendidik siswanya menjadi tukang kayu ahli yang banyak dicari perusahaan. Disebutkan juga bahwa pendidikannya berlangsung selama empat tahun dengan komposisi pelajaran 40% teori dan 60% praktik. Ini yang menarik saya untuk kemudian mendaftar ke PIKA. Ini adalah sekolah yang sangat unik, mendidik ahli perkayuan, dalam waktu relatif singkat (hanya empat tahun) dan dibutuhkan banyak perusahaan.

Ternyata setelah saya berhasil lulus tes masuk dan menjadi siswa, banyak keunikan lain yang saya temukan.

Hanya Menerima Siswa 25 Orang

...

Sebelum PIKA ada STKK

... sebelum adanya kelas kami ada satu kelas percobaan dengan siswa sebanyak 16 orang. Sewaktu kelas percobaan nama yang dipakai adalah STKK (Sekolah Teknik Kebun Kayu). Murid STKK adalah karyawan Kebun Kayu.

Pelajaran 40 Jam per Minggu

Di saat sekolah lain (SMA/STM) menerapkan jam pelajaran dari jam 07.00 - 14.30, PIKA menerapkan jam pelajaran dari jam 07.00 - 14.30, kecuali hari Sabtu jam 07.00 - 12.00. Dengan demikian setiap minggu ada 40 jam.

Tingkat I Dua Tahun, Tingkat II Dua Tahun

Tingkat I setara STM dan Tingkat II setara Diploma II.

Angket Perubahan Tahun Ajaran

Ketika angkatan saya sudah duduk di kelas 2, manajemen sekolah merencanakan perubahan kurikulum. Waktu pendidikan Tingkat I, yang tadinya 2 tahun akan diubah menjadi 3 tahun, untuk menyesuaikan dengan dunia luar. Tetapi pihak manajemen tidak otoriter. Kepada kami baik siswa kelas 1 maupun kelas 2 dan orang tua kami diberi hak suara. Kepada kami diberikan angket untuk memilih, tetap kurikulum 2 tahun atau ikut berubah menjadi 3 tahun. PIKA memang sangat demokratis, ini yang saya senangi.

OSIS yang Kreatif

... Mereka bekerjasama dengan OSIS SKKA "Von Vivus" Gedangan, yang tentu saja muridnya puteri semua. Sekali dalam sebulan diadakan acara bersama, erntah itu olahraga atau main musik bersama.

Mungkin karena memperhatikan hal di atas, manajemen PIKA yang dinamis peka akan kebutuhan internal maupun external. Pada penerimaan untuk angkatan 3 dan seterusnya juga diterima murid putri, meskipun jumlahnya terbatas.

Menjadi Mahasiswa di Tingkat II

...

Karena yang disebut Tingkat I adalah kelas 1, 2, dan 3, sedang Tingkat II adalah kelas 4 dan 5, maka kami angkatan 1 dari kelas 2 langsung naik ke kelas 4, tidak melewati kelas 3. Suatu kebanggaan tersendiri bagi kami angkatan 1, berhasil menyelesaikan Tingkat I hanya dalam waktu 2 tahun.

...

Sesuatu di dunia ini memang tidak ada yang tinggal tetap. Satu yang tetap adalah perubahan itu sendiri. Untuk maju memang harus berubah. Bravo untuk PIKA yang tidak alergi untuk berubah!

 

 

Paulus Djoko Sarwono, angkatan 1, Pika Sekolah Unik, Langkah Pasti Raih Prestasi, Semarang: PIKA, 2012

Copyright © SMK PIKA 2012 Friday, 20-10-2017